Sunday, March 17, 2002

Terbaik Terbaik
Dewa 19 Terbaik Terbaik

Terbaik Terbaik
Kupersembahkan untukmu yang terbaik
Sebagus - sebagus
Karya Agung Pujangga-pujangga dahulu
Kutatapi wajah-wajah
Yang memanggilku
Berlari dan mencari disetiap haus jiwanya
Oh....Kumengerti
Dirimu sepi akan hangat dan cinta
Yang 'kan kuberikan untukmu lagi

Bila gerah datang
Lepas semua kancing baju
Dan rasakan yang terbaik

Dariku Darimu
Untuk Semua....

Satu Hati (Kita Semestinya)
Dewa 19 Terbaik Terbaik

Melati maafkan aku lagi
Ternyata tak semudah di angan
Mencoba untuk bertahan, di sela pertengkaran yang terjadi

Mengapa ? Satu rasa berlari
Mengejar segala perbedaan
Yang seharusnya tak ada, di batas bening jiwa

Kita semestinya satu hati
Meraih cinta
Jangan ada lagi perbedaan Ooo..
Satu hati.. semestinya
Satu hati.. semestinya

Akupun masih berharap
Kaupun mencoba 'tuk sempurnakan diri
Menghadapi cobaan dan godaan yang datang

(Kita harus satu hati.. satu hati kita harus)
Melati semoga saja langkah
yang t'lah tertempuh saat ini
Menjadi embun penyejuk, hati kita berdua saat ini
Dan takkan ada lagi, perdebatan yang panjang

Roman Picisan
Dewa 19 Bintang Lima

Tatap matamu bagai busur panah
Yang kau lepaskan ke jantung hatiku
Meski kau simpan cintamu masih
Tetap nafasku wangi hiasi suasana
Saat kau kecup manis bibirmu

Cintaku tak harus,miliki dirimu
Meski perih mengiris-iris segala janji

Aku berdansa diujung gelisah
Di iringi syahdu lembut lakumu
Kau sebar benih anggun jiwamu
Namun kau tiada...menuai buah cintaku
Yang ada hanya sekuntum rindu

Malam-malamku bagai malam seribu bintang
Yang terbentang di angkasa bila kau disini
'Tuk sekedar menemani,'tuk melintasi wangi
Yang s'lalu tersaji di satu sisi hati...

Restoe Boemi
Dewa 19 Terbaik Terbaik

Sewangi...Bunga mawar tubuhmu
Menghampar di permadani
Mengetuk hasrat 'tuk menjamah
Surgamu....
Kilaumu....Bagaikan mutiara
Menghiasi Muka Bumi
Warnamu yang kujilati
Sendiri....

Kuyakinkan Restu Bumi
Bangunkan jiwaku
Basuhi raga kita
Restu Bumi leburkan hati
Sucikan dari debu dunia

Kuraba....Jiwamu yang bersahabat
Kedipkan suasana hati
Seiring sepi menjepit
Sukmamu

Seorang....Bijak'kan memahami
Cinta bukan dicari, diraih
Cintapun hadir sendiri

Kuyakinkan Restu Bumi (Restu Bumi Kami)
Bangunkan Jiwaku (Bangun Jiwa Kami)
Basuhi raga kita (Basuh raga yang kering)
Restu Bumi leburkan hati (Basuh jiwa yang sepi)
Sucikan dari debu dunia (Melayang ! Berdua)

(Bangun Jiwa Kami)
(Basuh raga - raga kami)
(Restu Bumi, Restu Bumi, Restu Bumi)

Manusia Biasa
Dewa 19 Terbaik Terbaik

Di sini aku coba untuk bertahan
Menjaga utuhnya cintaku cintamu
Mencoba melawan ombak yang retakkan
Teguhnya janji untuk tetap setia....padamu

Akupun tak pernah mengerti semua
Mengapa godaan tetap saja ada
Semua mungkin hanya singgah dan cepat berlalu
Tapi hatiku hanya untuk dirimu....Selalu

Aku, Mungkin hanya Manusia Biasa
Tapi, Pasti
Diriku tetap milikmu....
Oh...Oh...Oh...
Milikmu Selamanya

Kuharap jangan pernah untuk merasa
Diriku selalu mencari godaan
Semua mungkin hanya singgah dan cepat berlalu
Tapi hatiku hanya untuk dirimu....Selalu

Jangan....
Pernah tinggalkan diriku saat ini
Kumohon singkirkan perasaan takutmu, Kuindahkanmu
Masih ada....
Waktu tuk mematangkan lagi
Membersihkan jiwa...Ku lagi....
'Tuk siapkan....Masa depan kita

Kangen (Ku 'kan Datang)
Dewa 19

Ku t'rima suratmu
T'lah ku baca dan aku mengerti
Betapa merindunya dirimu...
Akan hadirnya diriku
Di dalam hari-harimu bersama lagi...

Kau bertanya padaku
Kapan aku akan kembali lagi
Katamu kau tak kuasa, melawan...
Gejolak di dalam dada
Yang membara menahan rasa
Pertemuan kita nanti
Saat kau ada disisiku

Semua kata rindumu s'makin membuatku
Tak berdaya menahan rasa ingin jumpa...
Percayalah padaku akupun rindu kamu
Ku akan pulang...melepas semua
Kerinduan yang terpendam

Kau tuliskan padaku kata cinta
Yang manis dalam suratmu
Kau katakan padaku, saat ini...
Ku ingin dalam pelukmu
Dan belai lembut kasihmu
Tak 'kan ku lupa s'lamanya
Saat bersama dirimu

Jangan katakan cinta
Menambah beban rasa
Sudah simpan saja sedihmu itu
Ku akan datang....

Elang
Dewa 19 Best Of Dewa 19

Aku ingin terbang tinggi
Seperti elang
Melewati siang malam
Menembus awan

Ini tanganku untuk kau genggam
Ini tubuhku untuk kau peluk
Ini bibirku untuk kau cium
Tapi tak bisa kau miliki... aku

Tak usah kau terus tangisi kepergianku
Air mata takkan memanggilku
Untuk kembali...

Aku adalah mimpi - mimpi sedang melintasi
Sang perawan yang bermain dengan perasaan

(Aku adalah mimpi - mimpi, tiada arti)
(Aku ingin terbang tinggi seperti elang)

Dua Sejoli
Dewa Bintang Lima

Usap air matamu
Yang menetes di pipimu
Ku pastikan semuanya
Akan baik-baik saja

Bila kau terus pandangi
Langit tinggi di angkasa
Tak kan ada habisnya
S'gala hasrat di dunia

Hawa tercipta di dunia
Untuk menemani sang Adam
Begitu juga dirimu
Tercipta tuk temani aku

Renungkan sejenak...
Arti hadirku di sini
Jangan pernah ingkari
Dirimu adalah Wanita

Harusnya dirimu menjadi
Perhiasan sangkar maduku
Walaupun kadang diriku
Bertekuk lutut di hadapanmu...

Bukalah pintu jiwamu
Dengar bisikan sanubari
Semua adalah isyarat
Isyarat dari Sang Pencipta

Cinta Kan Membawamu Kembali
Dewa 19 Terbaik Terbaik

Tiba saat mengerti, jerit suara hati
Letih meski mencoba
Melabuhkan rasa yang ada

Mohon tinggal sejenak, lupakanlah waktu
Temani air mataku, teteskan lara
Merajut asa, menjalin mimpi, endapkan sepi-sepi

Cinta 'kan membawamu
kembali disini, menuai rindu
Membasuh perih
Bawa serta dirimu, dirimu yang dulu
Mencintaiku apa adanya

Saat dusta mengalir, jujurkanlah hati
Genangkan batin jiwamu, genangkan cinta
Seperti dulu, saat bersama, tak ada keraguan

Jamrud Ningrat
Jauh

Andaikan dulu aku bicara
Mungkin kau masih disini
memang salahku
yang tak peduli akan isyarat darimu
kau coba raih simpati tapi kumenutup diri
dan kaupun pergi jauh membawa luka kecil
yang masih tersimpan dihatimu
kau pun pergi jauh tinggalkan luka baru untukku

kutanya embun pagi kutanya matahari
kutanya bintang, bulan dan isi bumi
kucari kau disana, kucari kau disini
ke dasar laut, ke puncak gunung kujalani semua
(harus kemana lagi kubawa kaki ini .. kujalani semua)
ingin ku bertemu lepaskan rinduku

Disaat tidurku kau selalu hadir
di dalam tidur kau tersenyum manis
hingga pagi tiba dan aku pun pasti kecewa
karena kau datang hanya dalam mimpi

Andaikan dulu aku bicara
mungkin kau masih ada disini
tak ada rasa bersalah
tak ada rasa gelisah
tapi kau pergi jauh membawa luka kecil
yang masih tersimpan dihatimu
kau pun pergi jauh tinggalkan luka baru untukku
senyummu, tawamu, wajahmu .. hanya dalam mimpi

Dea Mirella Album Satu
Miliki Aku

Penat di benakku karena cinta,
bergemuruh di hati sulit terucap
Bila kau ada sedikit terlepas,
walau hanya sekedar berbincang
Tolonglah waktu,
beri ruang sejenak,
biar bibir ini bisa mengucap

Miliki aku semampumu
sebanyak waktu yang kau punya
Aku kan biarkan diri jatuh di pelukmu

Tak mudah membungkam hati yang kasmaran
Tercemar sudah raga karna cinta
Tolonglah waktu. .. jalinkanlah sejenak
Biar terpuas diri mereguk cinta

Tic Terbaik Untukmu
Terbaik Untukmu

Duhai engkau sang dewi ciptaan sang Raja
dari langit kau turun ke dunia
tuk jadi milikku jadi pendampingku selamanya

Dengarkanlah setiap kata yang terucap
mengertilah karena hidup tak kan
semudah yang kau kira
kau harus berlari mengejarnya

Ku takkan berhenti beri cinta dan mimpiku
sampai kau mengerti dan pahami
semua yang ku berikan

Jangan kau pergi dariku
bila waktuku sedikit untukmu
Setiap hembusan nafasku
kulakukan yang terbaik untukmu

Duhai engkau sang dewi ciptaan raja
mengertilah karena hidup
tak kan semudah yang kau kira
kau harus berlari mengejarnya

Ku takkan berhenti beri cinta dan mimpiku
sampai kau mengerti dan pahami
semua yang ku berikan .*.

Bila ku pergi tetaplah kau ada disini dan menanti….

Jikustik Seribu Tahun
Setia

Deras hujan yang turun
mengingatkanku pada dirimu
aku masih disini untuk setia

Selang waktu berganti
aku tak tahu engkau dimana
tapi aku mencoba untuk setia

Sesaat malam datang
menjemput kesendirianku
dan bila pagi datang
kutahu kau tak disampingku
aku masih disini untuk setia